Jakarta, Bimas Islam -- Koordinator Program Management Unit Bidang Zakat Kemenag, Abdul Qoyyum menjelaskan, zakat menjadi instrumen penting dalam upaya mengentaskan kemiskinan. Mengutip jurnal Ayunniyah (2018), zakat memiliki kemampuan untuk mengurangi kesenjangan kesejahteraan dan pemerataan ekonomi. Prinsip zakat dalam Islam mendorong distribusi harta yang merata sehingga pergerakan ekonomi dapat berjalan dengan baik
“Menurut beberapa jurnal, salah satunya yang ditulis Ayunniyah, zakat bisa mengurangi gap kesejahteraan, pemerataannya bisa cukup baik. Hal itu sejalan dengan spirit Islam, bagaimana harta harus didistribusikan, jangan sampai mengelompok. Misalnya di orang kaya saja, tidak di kelompok kelas bawah, maka pergerakan ekonomi tidak jalan,” ujar Abdul dalam webinar Halo Zawa #4 di kanal Youtube Literasi Zakat Wakaf, Rabu (10/7/2024).
Abdul menjelaskan, zakat memiliki dampak besar terhadap mustahik. Ketika orang menerima zakat, pendapatannya meningkat, yang pada gilirannya mendorong para mustahik untuk menabung lebih banyak, dan kemudian berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
“Ketika orang menerima zakat, maka pendapatannya naik. Karena pendapatannya naik, maka mereka akan mengonsumsi dan menabung, dan hal tersebut berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi,” ungkap Abdul.
Namun, untuk mencapai dampak optimal, zakat perlu diintegrasikan dengan pendekatan komersial. Abdul melanjutkan, hal ini dapat dilakukan dengan mengajak mustahik untuk berbisnis.
“Dana zakat sifatnya charity base, dan sifat tersebut efektif apabila diintegrasikan dengan komersial. Maka mustahik juga harus diperkenalkan dengan sisi komersial, seperti diajarkan berbisnis, buka warung, ternak, dan lainnya. Itu harus diintegrasikan dengan sumber atau program zakat yang lain,” ungkap Abdul.
Program-program pelatihan bisnis, bantuan modal usaha, dan pendampingan kewirausahaan dapat membantu mustahik menjadi lebih mandiri dan mengurangi ketergantungan pada bantuan zakat di masa depan. Kebijakan pemerintah yang mendukung pengelolaan zakat yang transparan dan akuntabel juga penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam menyalurkan zakat melalui Lembaga Pengelola Zakat yang resmi.
Terakhir, Abdul menambahkan, kerja sama antara pemerintah, lembaga zakat, dan sektor swasta juga sangat diperlukan untuk menciptakan sinergi dalam pengentasan kemiskinan. Kolaborasi ini dapat menciptakan program-program yang lebih lengkap dan terintegrasi, sehingga manfaat zakat dapat dirasakan lebih banyak orang.
Fn/Mr



