Ajakan tersebut disampaikan Kamaruddin saat membuka acara Diseminasi dan Sosialisasi Sistem Informasi Manajemen Zakat Angkatan Pertama di Jakarta, Selasa (27/2/2024).
Menurutnya, zakat dan wakaf telah berfungsi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karenanya, zakat juga merupakan salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan dalam Suistainable Development Goals (SDGs) nasional.
“Pengumpulan zakat merupakan tugas kita semua. Atas dasar hal tersebut, Kemenag sebagai regulator harus bersinergi dan berkolaborasi bersama LAZ dan masyarakat, guna meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berzakat”, ucap Kamarudin.
Ia berharap, Sistem Informasi Manajemen Zakat Kemenag dapat melakukan pengawasan pengelolaan dana zakat yang tujuannya untuk menyejahterakan masyarakat. Hal tersebut, menurutnya, menjadi tantangan para amil untuk meningkatkan kompetensi di bidang teknologi informasi.
“Ke depan, LAZ tidak berfokus dalam penghimpunan dana zakat saja, namun juga meningkatkan kompetensi amil yang lebih kreatif dan mengikuti perkembangan teknologi informasi” tambahnya.
Fn/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



