Jakarta, Bimas Islam -- Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf memiliki Rencana dan Strategi (Renstra) untuk meningkatkan ekonomi umat. Hal itu diungkapkan Kasubdit Edukasi, Inovasi, Kerja Sama Zakat dan Wakaf, Wida Sukmawati dalam kegiatan Kelas Literasi Zakat dan Wakaf di Kepulauan Riau, Rabu (6/9/2023).
“Pelaksanaan Renstra melalui indikator kinerja Ditjen Bimas Islam dilaksanakan oleh Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf. Indikator tersebut meliputi, pertama, presentase partisipasi umat beragama dalam dana sosial keagamaan, yakni zakat. Kedua, presentase peningkatan wakaf produktif. Ketiga, presentase partisipasi umat beragama dalam wakaf,” ujarnya.
Ia mengatakan, Renstra tersebut juga mampu mewujudkan visi Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berdasarkan gotong royong.
“Renstra yang berkaitan dengan kita (Subdit Inovasi, Kerja Sama Zakat dan Wakaf), di Kementerian Agama adalah meningkatkan pemanfaatan ekonomi keagamaan umat melalui zakat dan wakaf," tuturnya.
Indonesia, menurut Wida, memiliki potensi zakat dan wakaf yang sangat besar dan perlu dioptimalkan.
“Kita memiliki potensi zakat dan wakaf yang besar. Saat ini, potensi tersebut belum dioptimalkan. Ada jarak yang cukup besar antara potensi dengan realisasi. Karenanya, kita gulirkan roadmap literasi zakat dan wakaf," terangnya.
Terkait itu, ia menyebut, diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak. “Kita memerlukan kemitraan strategis agar zakat dan wakaf dapat menyejahterakan umat," tandasnya.
Fn/Mr



